Komentar, hal yang perlu tanggung jawab
Setiap presiden baru dipilih, gubernur baru diangkat, kapolsek, kepalasekolah, bahkan ketua RT pasti tidak luput dari komentar individu. Komentar tidak jauh dari pertanyaan, sindiran atau sekedar isyu yang isinya berupa keraguan, perbandingan dan bahkan menjatuhkan. Tidak hanya terjadi pada masyarakat berpendidikan rendah, bahkan pada masyarakat yang telah diakui tingkat kecerdasannya oleh suatu institusi. yang lebih hebat lagi, hal ini juga terjadi dibelahan dunia manapun.
Hal ini perlu disikapi karena bila menjadi sebuah tradisi, bukan sistem yang berkembang sebagai hasilnya tetapi sistem yang berjalan tanpa dukungan serius.
Kenapa orang berkomentar?
Berkomentar biasanya tidak jauh dari sikap yang menunjukkan bahwa seseorang merasa keadaan yang berjalan karena tidak sesuai dengan harapannya.
Tetapi apakah komentar buruk?
Komentar bukan hal yang haram atau barang yang patut dicegah, tapi setiap komentar perlu adanya tanggung jawab. Bila pengkomentar telah “dewasa”, maka setiap komentar yang dilontarkan pasti dapat dipertanggung jawabkan olehnya. Stiap komentar tanpa tanggung jawab hasilnya adalah ketidakadilan.
Mengapa?
Karena tidak adil bila seseorang berkomentar sesuatu harus berjalan sedemikian rupa sedangkan dirinya sendiri tidak mau bertindak sekedar mewujudkan apa yang telah diucapkannya. Dengan kata lain, komentar juga menunjukkan bagaimana tingkat kedewasaan seseorang.
Maka dari itu, mulai sekarang coba anda pikirkan akibat dari komentar, ujaran, sumpah, dan sebagainya karena pada setiap katanya berisi tanggungjawab besar. Hal ini tidak hanya berlaku untuk waktu singkat, tapi dapat juga berlaku dalam jangka panjang seperti pertanggungjawaban kita pada Tuhan Yang Maha Esa di Akhirat nanti.
Semoga bermanfaat wassalam..
Ai