Archive for September, 2007

Merepik Alam..(gubahan)

Monday, September 24th, 2007

Merepik alam dimalam berselubung kabut kelam
wajahpun meredup tercermin haus cahaya
meremang bulanan, menatap reruntuhan dalam duka
kunanti fajar berkawan angin malam
merindukan mu
oh Tuhanku yaa Allah
insanmu menanggung rindu
benamkan diriku dalam dekapan
TanganMu yang hangat menyegar cinta dan rasaku
bukakan pintumu kan kujelang kau pelita hidupku
kan kubawa kau serta berlayar menuju pantai harapan
bersamamu
Oh Tuhanku yaa Allah
insanmu menanggung rindu
Tuhanku yaa Allah
insanmu menanggung rindu

Cinta..

Monday, September 24th, 2007

ketika bertanya-tanya, sempat terlintas mengapa ada cinta?
tak seorangpun mampu menggambarkannya
apakah karena keelokan paras?
apakah karena harta berkilauan?
atau kekuasaan?

tahukah apa jawabannya?
tidak,
bukan,
salah,

tetapi banyak yang seagama dan baik, dan mengapa cinta?
kau bahkan aku takkan pernah tau apa jawabnya..
bila kau tanyakan lagi mengapa?
selalu tak akan pernah terjawab
karena cinta tidak beralasan
cinta adalah karunia Allah SWT
tak bisa ditolak dan tak bisa dibuat-buat
Cinta..
Kenapa cinta?
Kenapa?
Adakah sesuatu memberikan jawabnya?
mengapa cinta tak beralasan
Bahkan ketika keelokan pudar terhapus
setelah harta berakhir menghilang
dan kedudukan terhempas
meskipun berada dalam dunia yang berbeda
tempat dan waktu yang berlawanan
atau,
atau hidup dalam dekapan kehidupan yang berbeda
cinta akan tetap berdiri tegar
menghendaki segala kebaikannya
dengan segala keikhlasan menatap kebahagiaannya

Komentar, hal yang perlu tanggung jawab

Thursday, September 13th, 2007

Setiap presiden baru dipilih, gubernur baru diangkat, kapolsek, kepalasekolah, bahkan ketua RT pasti tidak luput dari komentar individu. Komentar tidak jauh dari pertanyaan, sindiran atau sekedar isyu yang isinya berupa keraguan, perbandingan dan bahkan menjatuhkan. Tidak hanya terjadi pada masyarakat berpendidikan rendah, bahkan pada masyarakat yang telah diakui tingkat kecerdasannya oleh suatu institusi. yang lebih hebat lagi, hal ini juga terjadi dibelahan dunia manapun.
Hal ini perlu disikapi karena bila menjadi sebuah tradisi, bukan sistem yang berkembang sebagai hasilnya tetapi sistem yang berjalan tanpa dukungan serius.

Kenapa orang berkomentar?
Berkomentar biasanya tidak jauh dari sikap yang menunjukkan bahwa seseorang merasa keadaan yang berjalan karena tidak sesuai dengan harapannya.

Tetapi apakah komentar buruk?
Komentar bukan hal yang haram atau barang yang patut dicegah, tapi setiap komentar perlu adanya tanggung jawab. Bila pengkomentar telah “dewasa”, maka setiap komentar yang dilontarkan pasti dapat dipertanggung jawabkan olehnya. Stiap komentar tanpa tanggung jawab hasilnya adalah ketidakadilan.

Mengapa?
Karena tidak adil bila seseorang berkomentar sesuatu harus berjalan sedemikian rupa sedangkan dirinya sendiri tidak mau bertindak sekedar mewujudkan apa yang telah diucapkannya. Dengan kata lain, komentar juga menunjukkan bagaimana tingkat kedewasaan seseorang.

Maka dari itu, mulai sekarang coba anda pikirkan akibat dari komentar, ujaran, sumpah, dan sebagainya karena pada setiap katanya berisi tanggungjawab besar. Hal ini tidak hanya berlaku untuk waktu singkat, tapi dapat juga berlaku dalam jangka panjang seperti pertanggungjawaban kita pada Tuhan Yang Maha Esa di Akhirat nanti.

Semoga bermanfaat wassalam..
Ai